Warga Kota Metro Keluhkan Biaya Pembuatan Sertifikat PTSL

images-4.jpeg

Cakra.tv ,METRO – Warga Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar pada pengurusan sertifikat tanah melalui program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL).

Salah satu warga yang menjadi korban pungutan dwi (28) mengatakan, ia dan keluarganya diminta membayar sejumlah uang untuk pembuatan tiga sertifikat tanah melalui program PTSL, uang tersebut dibayarkanya secara bertahap.

“Jadi tiga bidang tanah itu berbeda-beda biayanya. Dua bidang tanah Rp.3 juta sedangkan yang satu lagi Rp.5 juta. Itu sudah kami bayarkan Rp.4 juta lebih,sisanya dilunaskan jika surat sudah jadi,” kata dia. Rabu (24/12).

Baca juga : BPN Kota Metro Pastikan Pembuatan Sertifikat Tanah Gratis

Ia menjelaskan, saat pengukuran dari masing-masing bidang tanah, oknum pegawai berinisial A dan pokmas berinisial WY tersebut meminta uang sejumlah Rp.400 ribu untuk administrasi dan Rp.150 ribu untuk biaya BPN provinsi.

“Jadi waktu itu mau saya buat satu sertifikat tanah saja. Nah oknum pegawai yang mengaku dari BPN Metro ini kok melakukan pengukuran terus.Ternyata ada dua warga lainnya yang membuat sertifikat , satu posisinya di kanan tanah kami,satu lagi sertifikat milik tetangga yang terletak di depan tanah keluarga kami,” jelasnya.

Senada dikatakan Itun (58) warga lainnya. Pihaknya diminta membayar Rp.3 juta oleh oknum pegawai BPN yang sama saat mengurus PTSL.

“Betul mas. Pembuatan sertifikat dimintai uang Rp.3 juta mas, kalau saya sudah bayar lunas kemarin, karena saya tidak tau tarif pembuatan surat. Tapi tidak masalah yang penting surat tanah jadi dan tidak dipersulit lagi,” tambahnya.

Para Korban juga merasa aneh, pengurusan sertifikat dan pengukuran tanah dilakukan pada pertengahan tahun 2019, namun ketika sertifikat sudah jadi,tertulis pembuatan pada tahun 2018.

Saat dikonfirmasi,kepala Kantor Pertanahan Kota Metro, Rachmad mengatakan.Ia belum mengetahui pasti masalah dugaan pungli, oknum A juga bukan merupakan pegawai,ia hanya petugas pengukur tanah dari kementrian.

Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Pokmas dan pihak yang terlibat.Untuk sementara, oknum petugas pengukur tanah kita liburkan dirumah dahulu sampai permasalahan selesai.

“Kami dari Kantor Pertanahan Kota Metro akan mengagendakan untuk pemangilan pihak Pokmas kelurahan metro, untuk mengklarifikasi langsung kepada masyarakat peserta PTSL atas adanya keluhan warga,” tandasnya.

Liputan Habib Reporter Cakra

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top