Video Pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi produsen makanan

Cakra.TV, Bandar Lampung – Wabah covid -19 berdampak bagi produsen makanan, khususnya pelaku usaha UMKM di kota Bandar Lampung. Betapa tidak dengan semakin menurunnya permintaan pelanggan, para pelaku usaha UMKM terancam merugi.

Salah satu pelaku usaha UMKM yang mengalami penurunan adalah Hadiyanto atau yang biasa dipanggil Gino, produsen kerupuk rambak kulit sapi yang beralamat di gang Kelana, kelurahan Langkapura Lama, kecamatan Langkapura, Bandar Lampung.

Gino mengatakan, sejak pandemi covid-19, produksi kerupuk rambaknya mengalami penurunan drastis, dan berdampak pula kepada pekerjanya dari semula 8 orang, kini hanya 4 orang yang masih bisa dipekerjakan.

Jika biasanya Gino mengolah 10 – 12 lembar kulit sapi per harinya, kini dirinya hanya bisa mengerjakan paling banyak 4 lembar kulit perharinya. Hal ini dikarenakan kelangkaan kulit sapi sebagai bahan utama kerupuk rambak. Oleh karena itu, untuk mengurangi kerugian dirinya melakukan pemangkasan pekerja.

Rumah produksi kerupuk kulit milik Gino hanya memproduksi kerupuk rambak kering yang belum digoreng dengan harga 68 ribu perkilo. Untuk pemasaran biasanya konsumen langsung datang ke rumah produksi.

Gino berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bahan baku kulit dan bantuan pinjaman untuk pelaku UMKM atau solusi bagaimana mempertahankan usahanya.

Liputan Chandra, koresponden CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top