Video Harga cabai anjlok, petani Lampung Timur tak bisa balik modal

Cakra.TV, Lampung Timur – Petani cabai di Kabupaten Lampung Timur, mengeluhkan rendahnya harga jual hasil tanaman, Minggu (05/07/20). Hal ini membuat petani terancam tidak bisa lagi melakukan usaha serupa.

Harga jual cabai merah di tingkat petani cabai turun drastis, salah satu pemicu anjloknya harga cabai itu disebabkan pasokan cabai melimpah. Karena di wilayah Lampung Timur sedang memasuki masa panen serta dampak adanya covid 19 yang membuat lemahnya penjualan cabai.

Menurut Hari petani cabai dari Desa Way Areng, Kecamatan Mataram, Lampung Timur menjelaskan. Ada kenaikan harga sebelum hari raya Idul Fitri. Dari harga jual 3.000 per kilo kini mencapai 9.000 rupiah per satu kilogram.

Namun dari harga 9.000 harga jual, petani mengalami kerugian dikarenakan modal perawatan tanaman cabai yang dikeluarkan petani tidak sebanding dengan harga jual.

Selain rendahnya harga cabai merah, hal serupa juga terjadi pada harga jual cabai hijau dan cabai rawit. Untuk cabai hijau harga jualnya ditingkatan petani berkisar Rp 3.000 per kg dan cabai rawit halus Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kg.

Rendahnya harga jual cabai di daerah tersebut, karena stok cabai yang melimpah serta pengaruh dari penyebaran covid 19 yang melanda tanah air. Selain itu, pasar tujuan cabai ini juga banyak tutup atau sepi pembeli.

Kini petani cabai Lampung Timur berharap pemerintah bisa mencari solusi atau memberikan bantuan modal, bibit dan pupuk kepada petani cabai agar para petani bisa menanam kembali tanaman tersebut.

Liputan Suparman, reporter CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top