Cakra.TV, Kota Metro – Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatul Qur’an (RQ) Kota Metro menyambut santri baru Tahun Ajaran 2024/2025, dengan menghadirkan berbagai penampilan seni dan budaya Nusantara, salah satunya Reog Ponorogo.
Hal tersebut terlihat saat gelaran Khutbatul Iftitah Pekan Penerimaan Santri, yang berlangsung di halaman Ponpes RQ Pusat, Jalan Pratama Praja Mulyojati, Metro Barat, Kota Metro, pada Selasa (20/8/2024) pagi.
Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Kota Metro H Muhammad Yahya Musthofa Kamal Alhafidz mengatakan, seni budaya dipilih untuk menanamkan rasa Cinta Tanah Air kepada generasi muda.
Terlebih-lebih Reog Ponorogo merupakan kesenian khas Indonesia yang telah diakui oleh dunia.
“Harapannya agar para santri-santri mengenal lebih jauh keberanekaragaman seni dan budaya di Indonesia ini,” ujar Gus Yahya kepada awak media.
Selain Reog Ponorogo, rangkaian Khutbatul Iftitah juga dimeriahkan dengan penampilan para santri Roudlatul Qur’an, mulai dari tari-tarian daerah, atraksi pencak silat, dan drumband.
Khutbatul Iftitah merupakan kegiatan yang setiap tahunnya diadakan oleh Ponpes RQ Metro, dalam rangka menyambut santri baru.
“Kita mengadakan Khutbatul Iftitah sebagai penanda awal pembelajaran di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Kota Metro,” jelasnya.
Untuk tahun ini, kata Gus Yahya, Ponpes RQ menerima kurang lebih seribu santri baru dari berbagai daerah.
Adapun jenjang pendidikan formal terbagi mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Kurang lebih jumlah santri baru yang kita terima, baik yang di Pusat maupun di Cabang berjumlah kurang lebih seribu santri putra dan putri dan itu dari seluruh daerah di Nusantara ini, ada dari Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Padang, Jakarta, dan lain-lainnya,” terangnya.
Sementara untuk pendidikan, Ponpes Roudlatul Qur’an Metro tetap menerapkan kurikulum Kementerian Pendidikan, serta diperkuat dengan nilai-nilai keagamaan.
Diharapkan santri-santri jebolan Ponpes Roudlatul Qur’an Metro dapat menjadi penerus bangsa yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman.
“Pendidikan di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an kita mengadopsi Tarbiyatul Mu’alimin Wal Mu’alimat, jadi menggabungkan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan,” tandasnya.

Gus Yahya juga berpesan kepada para santri agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu untuk bekal di masa depan.
“Anak-anak ku santri baru harus sungguh-sungguh, belajar dengan tekun, dan gapai cita-cita setinggi mungkin,” pesannya.
Selain itu, Ia juga meminta para santri untuk bersama-sama menjaga nama baik Ponpes Roudlatul Qur’an Metro di mana pun berada.
“Untuk para santri-santri baru, baik yang ada di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Pusat maupun di seluruh Cabang, kalian semua adalah putra-putri dari Almaghfurlah Abina KH Ali Qomaruddin Alhafiz,” tandasnya.
Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an merupakan salah satu tempat pendidikan penghafal Al-Qur’an (tahfiz) terbesar di Kota Metro.
Tak hanya tahfiz, Ponpes RQ Metro juga memiliki jenjang pendidikan formal Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kini, Ponpes yang berdiri sejak tahun 2001 itu telah memiliki empat pondok cabang dan satu pondok pusat yang berada di Kota Metro.






Tinggalkan Komentar Anda