Orang Tua Resah Asupan Gizi MBG Anak Dinilai Belum Cukup

17663773293155764894561147043768-scaled.jpg

Kota Metro (Cakra) -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan ini dimaksudkan agar pemenuhan gizi peserta didik tidak terhenti meski kegiatan belajar mengajar diliburkan.

Namun di balik keberlanjutan program tersebut, muncul keresahan di kalangan orang tua siswa.

Sejumlah orang tua di Kota Metro menilai bantuan MBG yang diterima selama masa libur belum sebanding dengan kebutuhan gizi anak.

Untuk jangka waktu sepekan, anak-anak Sekolah di Metro Timur Tingkat Paud dan TK hanya menerima satu liter susu kemasan, satu bungkus roti ukuran kecil dan satu buah apel .

Kondisi ini dinilai menyulitkan, terutama bagi keluarga yang selama ini sangat bergantung pada program tersebut.

“Kalau sekolah masuk, anak saya dapat makan setiap hari. Tapi saat libur, bantuannya hanya sedikit. Kami jadi harus menambah pengeluaran lagi, sementara kebutuhan anak tetap,” ujar Ari orang tua siswa penerima MBG .

Orang tua lainnya mengungkapkan kekhawatiran serupa. Menurutnya, meski memahami adanya penyesuaian selama libur sekolah, pemenuhan gizi anak seharusnya tetap menjadi prioritas utama.

“Anak tetap butuh makan bergizi meski tidak sekolah. Jangan sampai programnya ada, tapi manfaatnya terasa berkurang,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa skema distribusi MBG selama libur sekolah memang berbeda dengan hari aktif belajar.

Penyesuaian dilakukan berdasarkan karakter penerima manfaat dan kesiapan distribusi di lapangan.

Pemerintah menegaskan komitmennya agar program MBG tetap berjalan di tengah libur panjang. Namun di lapangan, suara orang tua menjadi pengingat bahwa keberlanjutan program tidak hanya diukur dari distribusi yang tetap berjalan, melainkan juga dari kecukupan gizi yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak penerima manfaat.

Red

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top