Pemkot Metro Gerak Cepat Pembenahan Polemik TPAS

IMG-20250119-WA0002-jpg.webp

METRO (Cakra) – Pemerintah Kota Metro aktif mencari jalan keluar atas terganggunya layanan pengangkutan sampah. Setelah aktivitas pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo terhenti beberapa hari menyusul penolakan warga.

Pemkot Metro kini mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, untuk mencari titik temu.

Pemerintah berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga layanan persampahan dapat kembali berjalan normal.

Sekretaris Daerah Kota Metro, Ahmad Hariyanto, mengatakan komunikasi dengan masyarakat Karangrejo mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Sedang berupaya untuk melakukan pendekatan dan alhamdulillah sudah mulai ada titik temu. Sudah ada komunikasi,” kata Ahmad Hariyanto saat dikonfirmasi awak media di sela hearing KUA-PPAS di OR DPRD Kota Metro, Rabu (19/8/2026).

Menurut Hariyanto, persoalan persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan memindahkan lokasi pembuangan.

Pemerintah tetap membutuhkan sistem pengelolaan yang mampu menampung sampah masyarakat secara berkelanjutan.

“Ya tetap harus dimasukkan ke dalam TPAS nantinya, karena sampah menumpuk itu kan, kalau dalam waktu lama kan akan timbul bau juga, itu saja,” ujarnya.

Karena itu, Pemkot Metro tidak hanya melakukan pendekatan kepada masyarakat. Pembenahan teknis di kawasan TPAS juga terus dilakukan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro telah melakukan penanganan terhadap aliran air lindi. Langkah tersebut dilakukan dengan memasang serta memperbaiki saluran lindi di kawasan TPAS.

DPUTR juga melakukan pemisahan antara saluran air lindi dan saluran air hujan. Pemisahan tersebut menjadi bagian dari penataan sistem drainase di kawasan TPAS untuk mencegah bercampurnya aliran air hujan dengan air lindi.

Kadis Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Sri Mulyani, mengatakan pembenahan TPAS akan dilanjutkan dengan sejumlah pekerjaan fisik.

Pemkot Metro menyiapkan pembangunan jalan lingkar TPAS sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Selain itu, DPUTR akan melanjutkan pembangunan saluran air hujan dan saluran lindi pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur aliran lindi,” tambahnya.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan sarana dan prasarana depo pengolahan sampah terpadu. Fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sebelum residu dibawa ke TPAS.

Hariyanto menyebut aspirasi masyarakat Karangrejo mengenai penataan TPAS menjadi masukan bagi pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

“Ya sebenarnya baik, artinya penata kelolaan TPAS supaya tidak terlalu banyak sampah, mengurangi volume sampah gitu. Itu menjadi masukan untuk kita,” jelasnya.

Menurutnya, pengurangan volume sampah menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan persampahan. Pemerintah tidak ingin seluruh sampah masyarakat berakhir di TPAS tanpa melalui proses pengurangan dan pengelolaan dari sumbernya.

Pemkot Metro menyadari bahwa layanan pengangkutan sampah tetap harus berjalan. Dengan demikian, pemerintah terus melakukan komunikasi dengan masyarakat Karangrejo sembari menyiapkan langkah agar pelayanan persampahan dapat segera kembali berjalan.

Mengenai waktu pengangkutan sampah yang telah menumpuk di sejumlah titik, Hariyanto mengatakan proses komunikasi masih berlangsung.

“Ini masih komunikasi, sore ini juga masih komunikasi. Insyaallah secepatnya, pastinya belum bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan secepatnya diangkut,” tandasnya.

Upaya ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan persampahan di Kota Metro berjalan pada dua arah. Pemkot berupaya memulihkan layanan pengangkutan dalam waktu dekat sekaligus membenahi sistem pengelolaan TPAS agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Penataan TPAS menjadi prioritas penting dalam waktu dekat karena persoalan sampah tidak berhenti pada proses pengangkutan.

“Pengurangan volume sampah dari sumber, pemilahan, pengangkutan, pengelolaan lindi, hingga penanganan residu membutuhkan sistem yang terintegrasi, saat ini terus berprogres, berjalan bertahap dan berkelanjutan” jelas Sekda.

Terbukanya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat Karangrejo serta berjalan­nya pembenahan teknis, menjadi penanda bahwa persoalan TPAS segera menemukan jalan keluar.

Red

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top