Kota Metro Lampaui Target Panen Padi Dari Gubernur Lampung

IMG-20200101-WA0002.jpg

CAKRA.TV , KOTA METRO – Wali Kota Metro Achmad Pairin bersama Kelompok Tani Hadi makmur IV Kelurahan Hadimulyo Timur Metro Pusat, lakukan Panen Perdana padi sawah MT.III 2019, Selasa (31/12).

Produktivitas padi di Kota Metro pada musim tanam (MT) III pada panen perdana tahun 2019 mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pasalnya, dari hasil ubinan rata-rata per satu hektare sawah di Kota Metro menghasilkan tujuh ton gabah.

Saat usai melakukan kegiatan panen perdana wali Kota Metro Mengatakan hasil panen tahun ini sungguh sangat baik.

“Padi tahun sangat memuaskan hasilnya, untuk satu rumpun padinya saja ada 22 tangkai. Kalau dari hasil ubinan hasil panen padi kita yang bagus bisa mencapai 7,5 ton satu hektare, berarti dalam satu hektare rata-rata sekitar tujuh ton,” ujar Pairin.

Pairin juga mejelaskan dengan luasan sawah yakni 2880 yang ditanami padi, hasil panen Kota Metro pada MT III ini mencapai 20.160 ton gabah, dengan produktivitas padi yang tinggi, Kota Metro bisa melampui target panen yang diberikan oleh Gubernur Lampung sebanyak 45 ribu ton gabah.

“Ini hasil panen kita dalam setahun mencapai 48 ton lebih. Jadi kita sudah melampui target itu,” ucapnya.

Pairin menjelaskan, pada MT III ini tidak semua sawah di Kota Metro bisa ditanami padi. Dari 2980 hektare sawah yang bisa ditanami padi sebanyak 2880 hektare.

“Karena kendala kita juga kan air. Jadi tidak bisa ditanami semua. Ada sekitar 100 hektare sawah yang tidak bisa ditanami karena kekurangan air,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dengan hasil panen yang tinggi, beras untuk kebutuhan masyarakat Kota Metro yang dalam setahun sebanyak 15 ron beras bisa tercukupi.

Sementara itu, kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Heri Wiratno menuturkan, panen padi di Kota Metro sudah mulai sejak 26 Desember dan diperkirakan akan selesai akhir Januari 2020.

“Pada MT III dari 2980 hektare sawah sampai saat ini 100 hektare tidak bisa tertanami, jadi hanya 2880. Panen sudah dimulai dari 26 Desember di Metro Utara dan Metro Selatan dan saat ini Metro Pusat,” terangnya.

Heri mengatakan, bibit padi yang ditanam pada MT III ini yaitu inpari 32, inpari 33 dan ciherang dengan sistem tanam jajar legowo dan jajar tekel.

Ia menambahkan, panen padi MT III sukses, pasalnya selain produktivitas yang tinggi harga gabah di pasaran saat ini juga sedang tinggi yaitu tertinggi Rp,5500 dan terendah Rp,5100.

“Jadi bisa dikatakan sukses tahun ini. Karena harganya masih tinggi,” Tandasnya.

Liputan Habib Reporter Cakra

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top