Achmad Japar optimis menang atas gugatan ganti rugi JTTS di PN Menggala

gugatan-ganti-rugi-jtts-081020.jpg

Cakra.TV, Tulang Bawang – Firman Simatupang menyebut sebuah perusahaan atau koorporasi pemegang Hak Guna Usaha (HGU), tidak mempunyai hak untuk menerima Uang Ganti Rugi (UGR) atas lahan pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Firman Simatupang merupakan kuasa hukum dari Achmad Japar Bin Rozali ahli waris tanah umbul bujung raman, yang terletak di Kampung Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang yang terdampak proyek JTTS.

Achmad Japar memperjuangkan untuk mendapatkan UGR JTTS dengan melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Tulangbawang sejak 2 Juni 2020.

Pihaknya mengklaim merupakan pemilik tanah umbul Bujung Rahman menuntut Kementrian PUPR, BPN Lampung, PT CLP dan PT HIM terkait dengan adanya tuntutan ganti rugi tanah yang dikuasai oleh PT CLP dan PT HIM dengan Hak Guna Usaha (HGU) nomor 16 tahun 1989.

Usai menjalani sidang keenam di PN Menggala, kepada sejumlah wartawan, Firman Simatupang mengatakan, semestinya PT HIM dan PT CLP tidak mempersulit kliennya untuk mendapatkan haknya atas UGR JTTS.

“Sesuai pada rapat semua PPK bersama kepala staf presiden, bahwa UGR jalan tol itu diberikan kepada masyarakat adat atau ulayat. Jadi perusahaan pemegang HGU tidak berhak untuk mendapatkan UGR atas lahan,” terangnya, Kamis (08/10/2020).

Karena, menurut Firman, perusahaan dalam hal ini PT HIM telah menerima ganti rugi atas tanam tumbuh dari HGU yang terdapampak dari jalan tol tersebut.

“PT HIM sudah menerima ganti rugi tanam tumbuh pada tahun 2018 sebesar Rp.10,5 miliar. Itu ganti rugi tanam tumbuh baik yang terdampak langsung jalan tol, exit tol dan rest area,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihak perusahaan dalam hal ini PT HIM dan PT CLP sebaiknya tidak mempersulit masyarakat untuk mendapatkan UGR JTTS atas lahan atau tanah yang memang semestinya menjadi hak masyarakat sepenuhnya.

Terlebih ditambahkan Firman, kliennya yakni Achmad Japar Bin Rozali merupakan ahli waris tanah umbul bujung raman, yang terletak di Kampung Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, dengan dibukti dokumen dan surat-surat yang jelas.

Bahkan kliennya, namanya juga masuk nominatif sebagai penerima ganti rugi jalan tol atas lahan yang sebelumnya penguasaanya merupakan HGU PT HIM tersebut.

Diberitakan pada sidang sebelumnya, gugatan UGR atas JTTS tanah umbul bujung raman, yang terletak di Kampung Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, kembali disidangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Kamis (24/09/2020).

Gugatan itu dari Achmad Japar Bin Rozali pada 2 Juni 2020. Ahli Achmad Japar mengkalim sebagai Pemiliki tanah umbul bujung raman tersebut dan menuntut atau menggugat PT CLP, Kementerian PUPR, dan BPN Lampung, atas UGR JTTS.

Dalam melayangkan gugatanya, Achmad Japar menggandeng kuasa hukumnya Firman Simatupang, terhitung sejak 2 Juni 2020 untuk mendampinginya selama dalam proses persidangan gugatan dan tuntutannya di PN Menggala, Tulangbawang.

Achmad Japar mengatakan, pihanya merupakan pemilik tanah umbul Bujung Rahman menuntut Kementrian PUPR, BPN Lampung, PT CLP dan PT HIM terkait dengan adanya tuntutan ganti rugi tanah yang dikuasai oleh PT CLP dan PT HIM dengan Hak Guna Usaha (HGU) nomor 16 tahun 1989.

Japar menerangkan, sampai dengan saat ini, pihaknya belum menerima ganti rugi atau pembebasan tanah miliknya yang terdampak dalam pembangunan JTTS. Untuk itulah, ia melakukan gugatan dan melakukan upaya hukum.

“Kami melakukan gugatan tuntutan UGR JTTS kepada Kementerian PUPR yang membutuhkan tanah. Dan pihak BPN Lampung selaku pejabat P2T yang melakukan inventarisasi dan identifikasi tanah yang terkena trase JTTS,” terang Japar di PN Menggala.

Sementara itu, kuasa hukumnya Firman Simatupang, mengaku yakin dan optimis bahwa kliennya akan memenangkan sidang gugatannya di PN Menggala.

Menurutnya, bukti-bukti kepemilikan tanah dan fakta di lapangan yang diajukan dalam persidangan sangat kuat. Itu menjadi kunci utama ataupun modal kuat untuk bisa menang dalam persidangan.

“Kami punya bukti – bukti dan fakta di lapangan. Kami optimis dan yakin bisa memenangkan gugatan ini. Tuntutan kami sangat sederhana dan itu rasional sesuai fakta di lapangan,” kata dia.

Liputan Jonan, reporter CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top