Cakra.TV, Kota Metro – Walikota Metro Wahdi Siradjuddin didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan peternakan (DKP3) Heri Wiratno meninjau areal persawahan di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, yang kekurangan pasokan air, Rabu (1/9).
Wahdi mengatakan, areal persawahan tersebut terancam kekeringan, akibat proses pengisian Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu.
“Kondisi irigasi untuk mengairi lahan persawahan saat ini kering, karena pasokan air sedang ditutup untuk mengisi Bendungan Way Sekampung di Kabuapten Pringsewu,” kata Wahdi.
Meski demikian, dia menyebut, DKP3 telah melakukan langkah-langkah agar petani tidak gagal panen akibat kondisi tersebut.
“Kondisi padi saat ini masih bagus dan belum dinyatakan gagal panen, kerena ada upaya pompanisasi irigasi. Kebetulan juga beberapa hari ini turun hujan,” Tegas Wahdi.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Metro Heri Wiratno, membenarkan pihaknya bersama kelompok tani membuat terobosaan dengan menerapkan sistem pompanisasi irigasi untuk mengairi lahan persawahan.
Menurut Heri, areal persawahan di wilayah setempat mampu menghasilkan sekitar enam ton padi perhektare.
“Sekitar enam ton produktifitas hasil padi yang diperoleh. Makanya kami upayakan jangan sampai terjadi gagal panen,” terangnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada DKP3 Kota Metro Nina mengatakan, total luas areal persawahan di Kelurahan Tejo sari mencapai 236 hektare.
“Selain upaya pompanisasi, kita juga memanfaatkan tiga sumur bor untuk menunjang pengairan persawahan di Tejo sari,” Pungkasnya.
Liputan Arie Cen, koresponden Cakra.TV






Tinggalkan Komentar Anda