Septa : Menakar Arah Universitas Wira Buana Metro Ikhtiar Membangun Generasi Berdaya Saing

IMG-20260416-WA0006.jpg

Metro (Cakra) – OPINI – Di tengah dinamika pendidikan tinggi Indonesia yang semakin kompetitif, kehadiran Universitas Wira Buana Metro menarik untuk dibaca dalam perspektif akademik yang lebih reflektif. Kampus ini tidak hanya menjalankan fungsi normatif sebagai institusi pendidikan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman, yakni integrasi antara kompetensi profesional, jiwa kewirausahaan, dan pembentukan karakter.

Sebagai dosen, saya melihat arah pengembangan ini selaras dengan paradigma pendidikan tinggi abad ke-21 yang menekankan pentingnya higher order thinking skills, kreativitas, dan adaptabilitas. Dalam pandangan John Dewey, pendidikan tidak semata proses transfer pengetahuan, melainkan rekonstruksi pengalaman yang memungkinkan individu berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya (Dewey, Experience and Education, New York, Macmillan, 1938, hlm. 25–27). Perspektif ini menjadi relevan ketika melihat bagaimana kampus berupaya mengaitkan pembelajaran dengan realitas dunia kerja.

Program studi yang dikembangkan yakni mulai dari kebidanan, teknologi informasi, hingga hukum dan manajemen, yang mencerminkan kebutuhan lintas sektor yang terus berkembang.

Hal ini sejalan dengan gagasan link and match antara dunia pendidikan dan industri sebagaimana dikemukakan oleh Michael E. Porter, bahwa daya saing suatu institusi sangat ditentukan oleh kemampuannya menyesuaikan diri dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas (Porter, The Competitive Advantage of Nations, New York: Free Press, 1990, hlm. 73–75).

Namun demikian, tantangan pendidikan tinggi tidak berhenti pada aspek kompetensi teknis. Dimensi karakter menjadi aspek yang tidak kalah penting. Thomas Lickona menegaskan bahwa pendidikan karakter harus mencakup tiga komponen utama: moral knowing, moral feeling, dan moral action (Lickona, Educating for Character, New York: Bantam Books, 1991, hlm. 51–53).

Dalam konteks ini, upaya Universitas Wira Buana Metro dalam menanamkan nilai etika dan integritas menjadi langkah strategis untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial.

Langkah benchmarking yang dilakukan pada Program Studi S1 Kebidanan juga dapat dibaca sebagai bentuk continuous quality improvement. Menurut UNESCO, peningkatan mutu pendidikan tinggi harus berbasis evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi antar institusi (UNESCO, Higher Education in the 21st Century: Vision and Action, Paris, UNESCO Publishing, 1998, hlm. 19–21).

Dengan demikian, kegiatan tersebut bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari strategi institusional untuk menjaga relevansi dan kualitas.

Lebih jauh, orientasi kewirausahaan yang diusung kampus ini menunjukkan kesadaran terhadap perubahan struktur ekonomi global. Dalam era disrupsi, lulusan tidak lagi cukup dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.

Hal ini sejalan dengan temuan OECD yang menekankan pentingnya entrepreneurial mindset dalam pendidikan tinggi guna mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi (OECD, Entrepreneurship at a Glance, Paris: OECD Publishing, 2017, hlm. 112–115).

Dengan demikian, Universitas Wira Buana Metro dapat dipahami sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang lebih luas, yakni pergeseran dari model tradisional menuju model yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, terutama dalam menjaga konsistensi mutu dan memperluas jejaring.

Namun, dengan pijakan visi yang jelas dan langkah strategis yang mulai dibangun, kampus ini memiliki potensi untuk berkembang sebagai institusi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga kompetitif di tingkat nasional.

Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukan hanya tentang menghasilkan lulusan, tetapi tentang membentuk manusia yang mampu berpikir kritis, bertindak etis, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam kerangka itulah, langkah-langkah yang ditempuh Universitas Wira Buana Metro layak untuk diapresiasi sekaligus terus dikaji secara kritis dalam semangat pengembangan ilmu pengetahuan.

Lebih dari itu, masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa banyak gedung yang dibangun, tetapi oleh seberapa kuat gagasan yang ditanamkan dan nilai yang dihidupkan. Di sanalah kampus menemukan maknanya, bukan sekadar mencetak lulusan, melainkan melahirkan generasi yang mampu membaca zaman, menantang batas, dan menulis peradaban dengan ilmu yang berakar pada nilai.

Rilis

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top