Cerita Wulan, IRT asal Metro yang geluti industri kreatif

cerita-wulan-irt-geluti-ekraf.jpg

Cakra.TV, Kota Metro – Menekuni industri kreatif bukan hanya sebagai ladang menggali pundi-pundi uang. Bagi Gesti Ayu Wulandari (34), warga RT 09 RW 02, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, kerajinan tas dan dompet yang ia buat harus eksklusif.

Setiap detail payet atau pernak pernik yang ia pasang pada tas dan dompet selalu menekankan kualitas. Sejak memproduksi tas dan dompet pada 2016, Wulan, sapaan akrabnya memilih mengerjakan kerajinannya sendiri.

Mulai dari menjahit tas dan dompet hingga memasang payet manik-manik ataupun hiasan batu-batuan.

Saat ditemui di rumahnya Rabu (3/2/21), Wulan menjelaskan awalnya ia hanya membuat bross, dari tahun 2004, dan di tahun 2016 ia mulai membuat tas dan dompet. Mendapat dukungan dari suaminya, ia makin serius menekuninya.

Kesan mewah yang ia berikan pada produknya mulai dari kualitas hiasan batu dan payet hingga kemasan eksklusif. Kemasan itu ia buat sendiri mulai dari karton hingga kain spunbond, kain kanvas, kain tenun dan kain lainnya.

“Dalam sebulan saya bisa membuat 10 – 15 tas yang sudah dihiasi pernak pernik. Saya tidak mau buru-buru dan terkesan pasaran, jadi tidak bisa terima pesanan terburu-buru,” ungkap wanita yang menamakan usahanya Wulandari Handmade ini.

Harga dompet wanita yang dibuat Wulan berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 350.000 , sedangkan harga tas berkisar Rp 65.000 hingga Rp 450.000 tergantung dari ukuran dan juga bahan yang dipakai.

Hiasan dari batu-batuan dan manik-manik, juga menentukan harga dari dompet. Ia juga siap menerima pesanan motif yang disesuaikan keinginan pembeli.

“Saya juga membuat tas dengan motif Tapis tanpa hiasan batu-batuan, karena tidak semua konsumen menyukai dompet atau tas yang dihiasi batu hias. Akan tetapi kain Tapis yang digunakan tidak sembarangan,” ujarnya.

Dalam sebulan, omset Wulan terbilang masih rendah hanya Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Namun, saat pandemi covid -19 ini turun drastis, hingga 50%.

“Perjuangan agar produk buatan saya bisa dikenal dan mendapat pesanan dari offline maupun online bukan hal yang mudah,” tegasnya.

Selain itu, pada hari Jum’at ia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar, diajarkan dari awal sampai bisa.

Liputan Ari Cen, kontributor Cakra.TV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top