CCTV masuk POS publikasi COVID-19 Kota Metro

smsi-kota-metro-031020.jpg

CTV,Kota Metro -, Soal anggaran Covid-19 yang diposkan untuk Publikasi kegiatan dan pencegahan Covid-19 di kelola pihak Dinas Kominfo Kota Metro, jangan jadi mainan.

“Pos publikasi covid-19 apakah cukup dengan Baleho, Banner dan Spanduk? dan apakah CCTV termasuk publikasi? jadi harus transparan dan jangan jadi mainan,”tegas Ketua SMSI Kota Metro, Ali Imron Muslim, kepada tim lampungsai.com disekretariatnya. Sabtu, 03 Oktober 2020.

Ketua SMSI Kota Metro, juga  menyayangkan tidak transparannya Dinas Kominfo Kota Metro terkait adanya anggaran untuk publikasi media dalam penanganan Covid-19.

“Selama ini kita (media) tidak mengetahui ada pos untuk anggaran publikasi Covid-19 dari Dinas Kominfo Metro. Karena sebelumnya jubir Satgas Covid-19 Metro yaitu mantan Sekda Pak Nasir tegas menyebutkan tak ada anggaran publikasi,”ujar Ali Imron.

Menurut Ali, anggaran publikasi lebih kurang sebesar Rp600 Juta, jumlah yang cukup besar. Namun, untuk penggunaannya patut dipertanyakan.

“Kalau memang pos untuk publikasi penanganan Covid-19 di Metro. Seharusnya dari awal sudah diberikan ke kawan-kawan media. Tapi kenyataannya kan tidak. Media tahu-nya kerja ikhlas lilahitaallah,”ungkapnya.

Terkait adanya pengakuan dari Kadis Kominfo Metro Farida tentang setiap penyerapan anggaran tersebut adalah menuruti kemauan atau arahan Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati, sebagaimana diberitakan lampungsai.com sebelumnya.

Pihaknya mengaku terkejut, karena selama penanganan Covid-19 Metro gugus tugas tidak pernah melibatkan peran media didalamnya.

Didalam berita itu jelas bahwa pihak Dinas dan Polres saling lempar tanggung jawab dan kewenangan terkait pengelolaan Dana Covid-19.

“Jika pun benar ada anggarannya dan memang ada peranan Kapolres Metro untuk penyerapannya, ya akui saja dan sampaikan kepada media. Jangan membuat publik binggung. Sebab Kapolres bukan PPTK atau PPK yang ada peran tugas dalam kegiatan pengelolaan anggaran daerah atau negara pada Birokrasi Pemerintahan,”pungkas Ali.

Selain itu, Ali mengatakan kesiapan SMSI Metro untuk mengungkap kebenaran anggaran tersebut. Karena menurutnya masyarakat juga wajib mengetahui.

“Sikap SMSI Metro sangat jelas. Jika anggaran tersebut memang tidak benar keperuntukannya. Sampai dimana saja, SMSI Metro siap untuk mengawal pemberitaannya,”tandasnya. (Red)

Liputan Ahmad Reporter

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top