Baru dua bulan dibangun, jalan poros Bumi Jawa -Purbolinggo hancur

jalan-poros-bumi-jawa-purbolinggo-hancur.jpg

Cakra.TV, Lampung Timur – Ruas jalan Bumijawa-Purbolinggo kabupaten Lampung Timur yang baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2021 lalu, kini sudah mengalami kerusakan yang cukup lumayan parah.

Hasil pekerjaan pengaspalan jalan Lataston sampai Hoxmic dengan panjang lebih kurang sekitar 13 kilo dan menghabiskan anggara Rp.10 Milyar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2021 tersebut memang sudah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini.

Kami selaku masyarakat sebelumnya merasa senang dengan dikerjakannya jalan tersebut. Pembangunan jalan itu sudah lama dinanti-nanti masyarakat, jadi perasaan masyarakat antara senang dan kecewa. Kekecewaan masyarakat timbul setelah melihat hasil dari pekerjaan tersebut, kami masyarakat awam saja sudah tau bahwa pekerjaan tersebut tidak akan bertahan lama “kami Yakin mas,dengan melihat cara pengerjaannya,tidak sampai tiga bulan jalan tersebut pasti hancur”.

Kalau kita melihat kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2021 tersebut kini sudah mengalami kerusakan dimana-mana. Lobang sudah banyak, bahkan ada yang mau hendak ditambal sulam namun sampai saat ini belum juga dikerjakan,” ungkap Ahmad Baherman salah satu warga setempat.

Atas nama masyarakat tentu sangat kecewa melihat realisasi pekerjaan proyek Bumijawa – Purbolinggo ini. Bagaimana kami tidak kecewa, baru satu bulan dikerjakan tapi saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak.

Di sepanjang badan jalan tersebut terlihat sebagian aspalnya ada yang sudah terkelupas dan bahkan berlubang kembali. Selain itu, di badan jalan terlihat ada yang sudah bergelombang dan ketebalan aspal pun terlihat sangat tipis bahkan ketebalan hanya dibawah 2 cm,” ungkapnya.

hal serupa juga diungkapkan Leman warga setempat,yang juga sangat menyesalkan pengerjaan jalan tersebut,karena baru satu atau dua bulan sudah hancur,banyak berlubang.

“n bertahun-tahun mendambakan jalan bagus,sepertinya ini ada pembiaran dari pihak pemerintah terutama Bupati Lampung Timur,yang sudah mengetahui kondisi pembangunan namun tidak ada upaya dari Bupati untuk menindak lanjutinya”.pungkas leman.

Liputan Suparman, koresponden Cakra.tv

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top