Ormas Dan LSM Kota Metro Minta Polemik TPAS Segera Terselesaikan

IMG-20260821-WA0022.jpg

Metro (Cakra) – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Metro menggelar konferensi pers lintas organisasi di Cafe Matrox, Jumat (21/8/2026). Mereka menyerukan agar persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Karangrejo, Metro Utara, segera diselesaikan melalui dialog dan mediasi, bukan dengan aksi saling tuding yang justru memicu perpecahan.

Konferensi pers dihadiri oleh sejumlah tokoh ormas, di antaranya Ketua DPC Laskar Lampung Kota Metro Ahmad Ridwan (Iwan Munir), Ketua DPD PETIR Kota Metro Bayu Hendrix Fulama, SH, Ketua DPC GRIB Kota Metro Heri Setiawan, serta Ketua TTKKDH Kota Metro Beni Sanjaya.

Ketua DPC Laskar Lampung Kota Metro, Iwan Munir, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk kepedulian elemen masyarakat terhadap kondisi persampahan yang mulai memanas. Ia mengingatkan agar persoalan TPA Karangrejo tidak berkembang menjadi konflik horizontal.

“Kami berkolaborasi lintas organisasi karena melihat belakangan ini ada pihak-pihak yang justru memperkeruh suasana terkait penanggulangan TPA. Harapan kami hanya satu, persoalan ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui ruang dialog,” ujar Iwan.

Ia menegaskan bahwa kritik boleh disampaikan, tetapi harus bersifat membangun, bukan menggoreng persoalan hingga suasana semakin panas.

“Kota Metro ini kecil, hanya lima kecamatan dan 22 kelurahan. Jangan sampai persoalan sampah justru membuat masyarakat terpecah. Kritik tentu boleh, tetapi kritik yang membangun,” katanya.

Iwan juga menyinggung kondisi efisiensi anggaran nasional yang turut memengaruhi kemampuan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah juga memiliki keterbatasan, sehingga semua pihak harus melihat persoalan secara objektif.

Ia menyatakan ormas dan LSM siap memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah, serta meminta ruang mediasi yang berkelanjutan antara Pemkot Metro dan warga terdampak.

“Kami ingin kalau ada sumbangsih pemikiran yang bisa kami berikan kepada pemerintah, tentu akan kami sampaikan. Ini kebutuhan TPA dan kebutuhan seluruh masyarakat Kota Metro,” ujarnya.

Selain itu, Iwan juga meminta Wali Kota Metro mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam menangani persoalan persampahan.

Ketua DPD PETIR Kota Metro, Bayu Hendrix Fulama, SH, menegaskan bahwa persoalan TPA Karangrejo tidak hanya berdampak pada warga sekitar, tetapi seluruh warga Kota Metro. Tumpukan sampah di sejumlah titik mulai mengganggu kenyamanan dan kesehatan publik.

“Ini sangat berdampak kepada seluruh masyarakat Kota Metro. Harapan kami masalah ini segera terselesaikan. Kalau tidak, dampaknya bukan hanya untuk masyarakat Karangrejo, tetapi seluruh masyarakat Kota Metro,” ujar Bayu.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan ormas dan LSM adalah inisiatif murni, bukan atas tunggangan pihak mana pun.

“Kami bergerak tidak ada yang menunggangi. Ini murni inisiatif kami sebagai organisasi dan pribadi. Kami ingin Kota Metro tetap kondusif, tertib, aman, dan nyaman,” tegasnya.
Minta Polisi Ambil Langkah Preventif

Iwan Munir juga meminta Polres Metro mengambil langkah preventif jika persoalan TPA Karangrejo tidak kunjung menemukan titik terang. Ia khawatir persoalan yang berlarut dapat memicu ketegangan antarmasyarakat.

“Kami meminta kepada Polres Metro, apabila persoalan ini tetap tidak menemukan titik terang, agar pihak-pihak yang menjadi aktor atau terlibat dalam persoalan ini dapat dipanggil secara preventif,” katanya.

Munir juga menegaskan, lintas organisasi menyerukan agar seluruh pihak menahan diri, menghentikan narasi saling menyalahkan, dan membuka ruang mediasi secara berkelanjutan.

“Berhenti menggoreng sana, menggoreng sini. Berikan ruang kepada pemerintah dan masyarakat terdampak untuk duduk bersama, bermediasi dan mencari solusi. Kota Metro adalah milik kita bersama,” pungkas Iwan Munir.(*)

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top