Tari Melinting Ratusan Pelajar Lampung Timur, Semarakkan Festival Way Kambas 2018

tari melinting

Cakra.tv, Lampung Timur – Sebanyak 300-an pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) dari sejumlah wilayah di Way Jepara, menampilkan Tarian Melinting di TNWK pada Sabtu (10/11/2018).

Tarian yang dibawakan ratusan pelajar Lampung Timur dimaksudkan untuk memeriahkan Festival Way Kambas. Dan sebagai langkah promosi potensi warisan budaya asli Lampung Timur sesuai yang dicanangkan pemerintah pusat.

Tampak para penari pria dan wanita dengan mengenakan busana adat, lengkap menggunakan kipas dengan atribut khas semakin menambah semarak rangkaian kegiatan Festival Way Kambas 2018.

Tarian massal tersebut menjadi salah satu bagian paket rangkain festival pariwisata yang diagendakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Hal itu bertujuan melestarikan dan mengenalkan kebudayaan asli masyarakat Lampung Timur kepada masyarakat luas, baik lokal, nasional, bahkan hingga ke mancanegara.

Awalnya Tari Melinting hanya ditampilkan di lingkungan kerajaan, namun kemudian berkembang menjadi tarian rakyat.

Seiring perkembangan, Tari Melinting saat ini sering ditampilkan pada upacara penyambutan, perayaan maupun acara budaya. Namun, tanpa mengurangi esensi kesakralan tarian warisan turun-temurun tersebut.

Tari ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tari pembuka, tari inti, hingga tarian penutup. Tarian ini merupakan tarian klasik peninggalan Kerajaan Melinting, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Tarian khas Lampung Timur ini berhasil memukau pengunjung Festival Way Kambas 2018, bertajuk ‘Konservasi untuk Kesejahteraan’.

Pemerintah Lampung Timur berjanji bakal mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Untuk menjaga tren positif peningkatan PAD tersebut, pemerintah daerah akan terus berinovasi dalam mengemas berbagai potensi wisata alam maupun wisata daerah setempat.

“Pendapatan TNWK dari PNBP mengalami kenaikan sejak digelar festival 2016 hampir 700 juta dari sebelumnya cuma Rp35 juta per tahun. Lalu, tahun 2017 pendapatan menjadi Rp850 juta, dan 2018 hampir Rp900 juta,” kata Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, dalam keterangan pers di TNWK, Jumat (9/11/2018).

Hal senada diungkapkan Kabid Kebudayaan Disdikbud Lamtim Meida Ulfa. Menurutnya, selain dapat meningkatkan PAD melalui potensi wisata budaya, Tarian Melinting menjadi warisan budaya yang memiliki nilai historis dan sarat nilai sejarah.

“Kita sengaja pilih Tarian Melinting sebagai langkah kembali menggeliatkan budaya daerah yang mulai punah digerus modernisasi. Semoga warisan dan kearifan budaya lokal asal Lampung Timur ini, dapat terus eksis yang nantinya bisa menyedot kunjungan wisata. Khususnya datang untuk wisata edukasi soal budaya daerah, ini tentunya berimbas ke PAD,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top