Polemik Insentif Kaum, Pairin Akan Panggil Lurah Yosomulyo

IMG-20191231-WA0002.jpg

CAKRA.TV , KOTA METRO – Wali Kota Metro Achmad Pairin, mengintruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) setempat Nasir AT, memanggil Lurah Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat terkait polemik insentif Kaum.

“Nanti saya minta pak Sekda supaya besok Lurahnya dipanggil untuk di klarifikasi, masalah insentif yang belum dibayarkan,” tegas Pairin, Senin (30/12)

Pairin juga mengatakan, dalam permasalahan yang terjadi tersebut, pihak kelurahan diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Setiap lurah, camat, kepala dinas, atau Kabag sudah diberikan anggaran untuk kinerjanya. Pergunakanlah anggaran tersebut sebaik-baiknya,” tambahnya.

BACA JUGA : Pemandi Jenazah Kota Metro Keluhkan Insentif Tidak dibayar Selama 2 Tahun

Camat Metro Pusat, Triana Aprisia mengatakan, seharusnya pihak kelurahan melakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Mungkin ini masalah kurang komunikasi, karena hal ini langsung berhadapan dengan masyarakat. Seharusnya Kelurahan langsung mengambil sikap melakukan musyawarah untuk menyelesaikannya,” ujar Triana.

Menurutnya, insentif Kaum selama dua tahun tidak diberikan kepada kaum yang bersangkutan karena kaum yang bersangkutan masuk dalam daftar penerima insentif guru mengaji.

“Kalau keterangan dari lurah nya, yang bersangkutan ini double job. Namanya ada di penerima insentif guru ngaji dan kaum. Jadi yang kaum tidak diberikan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam proses pencairan insentif kaum. Pihak kecamatan menerima berkas pengusulan data dari pihak kelurahan untuk kemudian diajukan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro.

“Karena sifatnya LS. Jadi dana yang diterima kelurahan itu global sesuai data pengusulan dari kelurahan yang telah diusulkan ke Kecamatan. Dan itu harus dibuat kan SPJ dahulu, baru anggarannya bisa dicairkan,” jelasnya.

Dia berharap, dalam permasalahan tersebut. Pihak kelurahan dapat memberikan solusi terbaik kepada masyarakatnya.

“Biar masyarakat yang menilai. Yang pasti, saran dari kami, pihak kelurahan harus bermusyawarah menyelesaikan masalah ini,” pintanya.

Sementara, Lurah Yosomulyo, Muslim belum bisa dikonfirmasi terkait polemik insentif kaum di kelurahannya.

Liputan Habib Reporter Cakra

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top