Picu kecelakaan, warga keluhkan lubang menganga di jalan Imam Bonjol

lubang-di-jalan-imam-bonjol.jpg

Cakra.TV, Kota Metro – Warga Kelurahan Hadimulyo Barat mengeluh akibat jalan berlubang di jln Imam Bonjol Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Senin (8/3).

Warga Hadimulyo Barat, Asngat (45) mengatakan sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas di jalan Imam Bonjol tepat nya didepan Gang bambu kuning Kota Metro.

Apalagi di musim penghujan ini,jalan yang berlobang ini sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.

“Terbukti, sudah sepekan ini kecelakaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia,”tegas Asngat.

Tambahnya dan ketebalan aspal dijalan itu sendiri sangat tipis, dan mobil mobil yang melintasi jalan Imam Bonjol berlebihan muatannya.

Sebelumnya sudah ada yang mengalami kecelakaan di daerah jalan Imam Bonjol, dan jalan berlubang itu sudah ada 6 bulan ini.

Dari data yang dihimpun oleh tim redaksi kami terkait aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22 tahun 2009.

Sesuai Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Pasal 24 ayat (2), dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Ada ketentuan pidana bagi penyelenggara jalan yang abai terhadap kerusakan jalan sesuai wewenangnya dalam UU No. 22 tahun 2009. Pasal 273 yang menyebutkan setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp12 juta.

Kemudian kalau sampai mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga 5 tahun atau denda paling banyak Rp120 juta.

Sementara, jika penyelenggaran jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga 6 bulan atau denda bayar maksimal Rp1,5 juta.

Liputan Arie Cen, kontributor Cakra.TV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top