Dugaan pungli rapid test di Bakauheni

Cakra.TV, Lampung Selatan – Pasca dilonggarkannya aturan PSBB oleh pemerintah, masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman melalui Pelabuhan Bakauheni jumlahnya terus bertambah. Setiap harinya ratusan calon pemudik diseberangkan melalui Selat Sunda, Senin (18/05/20).

Untuk dapat menyeberang ke Pulau Jawa, calon penumpang harus memenuhi beberapa dokumen atau persyaratan, salah satunya adalah rapid tes. Calon penumpang wajib menjalani rapid test, agar KKP bisa mengeluarkan surat izin kliren. Sehingga mereka dapat menyeberang ke Pulau Jawa dan melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya masing – masing.

Namun, hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Agar bisa menjalani rapid test, calon penumpang harus mengeluarkan biaya sebesar Rp250 – Rp300 ribu per orang, biaya ini di pungut dengan alasan untuk mengganti biaya stik rapid test.

Padahal, menurut Kadiskes Provinsi Lampung, rapid test sifatnya gratis untuk seluruh masyarakat dan bisa dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk untuk melaksanakan rapid test.

Tak hanya para penumpang, pungutan ini juga dibenarkan oleh petugas yang berada di kantor KKP Pelabuhan Bakauheni.

Liputan Susilo, koresponden CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top