Polemik Sistem Zonasi PPDB 2019

Cakra.TV, Lampung Timur – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada 31 Desember 2018 silam, telah menandatangani Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SMP, SMA, dan SMK dengan sistem zonasi.

Menurut Permendikbud ini, PPDB dilaksanakan melalui jalur zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua atau wali. Jatah jalur zonasi 90 persen, prestasi 5 persen dan perpindahan tugas orang tua atau wali 5 persen.

Kebijakan zonasi ini memunculkan pro kontra dikalangan calon siswa dan orang tua. Seperti yang terjadi di SMAN 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Sejumlah calon siswa yang mendaftar di SMA Negeri ini mengaku kecewa dengan sistem zonasi tersebut, karena akibat jarak rumahnya jauh sehingga tidak diterima, Kamis (20/06).

Menurut mereka, pemberlakuan sistem tersebut mengesampingkan jerih payah belajar dan prestasi akademik yang diraih.

Orang tua siswa yang dekat dengan sekolah SMAN 1 Way Jepara menyambut gembira sistem zonasi tersebut karena peluang anaknya untuk diterima cukup tinggi.

Di SMA N 1 Way Jepara, kuota calon siswa yang diterima melalui program PPDB tahun ajaran 2019-2020 sebanyak 360 siswa, dari total 496 calon siswa yang mendaftar.

Sementara itu para guru banyak mendapat keluhan dari orang tua calon siswa terkait kebijakan tersebut. Pasalnya siswa yang berniat ingin belajar di sekolah negeri menjadi terhalang.

Liputan Muklas, koresponden CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top