Pemerintah Daerah Lampung Siap Atasi Alih Fungsi Lahan Demi Jaga Pangan

IMG-20190909-WA0077.jpg

Cakra.Tv,Kota Metro- Sejumlah area tanam mengalami dampak kekeringan pada musim kemarau 2019. Namun, dampak tersebut mampu diatasi secara baik dengan mekanisasi pompa serta keterlibatan tentara dalam mengawal petani agar terus berproduksi.

Oleh karena itu Pemerintah daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung mampu berfokus mengatasi persoalan alih fungsi lahan demi mencapai ketahanan pangan. Saat ini, luas lahan pertanian dianggap menurun akibat pembangunan yang tak terkait produksi pangan.

Sebanyak 85.000 hektare sawah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung digenjot untuk percepatan tanam pada bulan September ini.

“Luasan itu tersebar ya. Untuk Kota Metro, Lampung Tengah dan Lampung Timur sendiri luasan sawah yang akan dilakukan percepatan tanam sekitar 25 ribu hektare,” kata Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra usai rapat koordinasi UPSUS pengawalan percepatan tanam di Makodim 0411 LT Senin 09/09/2019.

Dikatakanya, yang menjadi permasalahan utama pada musim tanam ini yakni pasokan air terlebih saat ini kondisinya masih musim kemarau.

“Karena kunjungan pada hari Jumat lalu ada beberapa wilayah yang sudah dialiri air dan ada yang belum. Makanya rapat ini kita mengajak kawan-kawan baik dari Koramil maupun dinas pertanian untuk segera melakukan apa-apa saja untuk persiapan percepatan tanam,” katanya lagi.

Oleh sebab itu, dirinya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS) untuk menjamin pasokan air pada musim tanam September ini.

Chrisna menjelaskan, target panen padi di Provinsi Lampung tahun ini yaitu 4.566.000 ton gabah atau naik dari target tahun 2018 lalu yang berjumlah 4.343.000 ton gabah.

“Kalau dari tahun 2017 ke 2018 ada kenaikan target panen. Tahun 2017 itu targetnya sekitar 4,2 juta ton,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menambah hasil produksi gabah, Pemprov juga terus mencetak sawah baru. Saat ini total luasan sawah baru mencapai 21.500 hektare ditambah dengan cetak sawah dari TNI yang mencapai 600 hektare.

“Jadi kalau ada alihfungsi lahan sawah masih bisa ditutupi oleh cetakan sawah baru ini. Nah untuk aling fungsi inikan sekarang di setiap daerah sudah ada Perda LP2B. Jadi disitu diatur mana sawah yang tidak boleh di alih fungsi kan,” tambahnya.

Liputan Putra Reporter Cakra

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top