Nestapa Ratusan Nelayan Labuhan Maringgai, Hidup Bergantung Solar

Cakra.tv, Lampung Timur – Ratusan nelayan Labuhan Maringgai Lampung Timur, membutuhkan kuota solar 18 tangki dalam satu bulan, atau 3 tangki dalam satu pekan. Jika kuota tersebut tidak terpenuhi, nelayan terpaksa harus membeli solar ke pengecer, dengan harga di atas eceran tertinggi (HET).

Pemilik stasiun pengisian bahan bakar nelayan di desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, sedang menunggu kedatangan solar. Ratusan jerigen milik nelayan sudah tertumpuk, menunggu bahan bakar untuk kapal, ratusan nelayan setempat.

Seolah sudah dipahami oleh para nelayan, waktu kedatangan solar di spbn. Sehingga nelayan datang lebih dulu, dengan sepeda motor membawa jerigen kosong. Harapan mereka, semua jerigen yang dibawa terisi semua.

Ratusan kapal nelayan bersandar di tepi, mereka siap turun ke laut untuk mengais rejeki. Namun, keberangkatan kapal-kapal penghuni samudera Labuhan Maringgai itu, tetap tergantung dengan keberadaan solar, yang menjadi Bahan bakar utama penggerak mesin diesel.

Ratusan jerigen tampak menumpuk di pelataran spbn. Mereka berharap jerigen terisi, sehingga bisa berlayar dan pulang membawa harapan rejeki dari dalam laut.

Sebelum solar di isi dalam jerigen nelayan, pemilik spbn lebih dulu melakukan kroscek, kualitas solar yang baru tiba. Sebab, pengalaman yang sudah terjadi, nelayan pernah protes karena kualitas solar tidak bagus. Dengan pengalaman pahit beberapa tahun lalu, menjadi pembelajaran bagi Alfian.

Liputan Enda, koresponden CakraTV

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top