Lampung Barat Keluar dari Status Kabupaten Tertinggal

Cakra.TV, Lampung Barat – Pertanggal 31 Juli 2019, Kabupaten Lampung Barat dipastikan keluar dari status kabupaten tertinggal. Kepastian itu ditandai keluarnya Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI nomor 79 tahun 2019 tentang penetapan kabupaten daerah tertinggal yang terentaskan.

Keluarnya Pemkab Lambar sebagai daerah terentaskan, menyisakan pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah, mengingat sejumlah desa di Lambar masih sangat terbelakang.

Selain terkendala aspek ketersediaan prasarana dasar seperti jalan dan listrik yang minim, dua pekon tertinggal di kecamatan Pagardewa yakni Pekon Batu Api dan Pekon Sukamulya, masih menyimpan persoalan sanitasi lingkungan yang akut. Di pekon Sukamulya salah satunya, dari total 339 rumah tangga, sebanyak 195 rumah tangga belum memiliki jamban yang layak. Selain tidak punya wc, nyaris seluruh rumah tangga dimaksud juga belum memiliki sumber air minum yang sehat.

Celakanya, mayoritas rumah tangga di pekon sukamulya memanfaatkan kolam ikan maupun aliran sungai kecil untuk buang hajat mereka. Tindakan ini tentu mengancam kesehatan lingkungan utamanya sumber dan aliran air yang tercemar berbagai bakteri dari tinja manusia yang dibuang ke dalam nya.

Data yang disampaikan Peratin Sukamulya menyebutkan, tahun lalu pihaknya sempat mengalokasikan dana desa untuk bantuan pembuatan 68 unit jamban bagi warganya. Sayang, program ini macet dan tidak selesai. Warga tak kunjung membangun jamban meski telah menerima bantuan.

Akibatnya, pada tahun 2019 ini pemerintah Pekon sukamulya hanya boleh mengalokasikan bantuan jamban sebanyak 10 unit untuk sepuluh rumah tangga. Jumlah yang jauh dari cukup mengingat tahun depan, yakni tahun 2020, pekon ini wajib mengentaskan masalah jambanisasi yang merupakan masalah sanitasi lingkungan yang akut.

Peratin Suka Mulya Yamin, tetap optimis dan mampu menyelesaikan tugasnya pada tahun depan. Ia berjanji mengalokasikan dana desa sebanyak yang dibutuhkan, untuk mengentaskan semua aspek pembangunan yang masih tertinggal di wilayahnya.

Kepala Dinas PMPP Yudha Setiawan menegaskan, sesuai RPJMD Lambar dan instruksi Bupati Parosil Mabsus, pihaknya wajib menangani semua masalah yang ada. Hal ini, sesuai Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, yang menyatakan Lambar sudah lepas dari status kabupaten tertinggal.

Angga Tejo, Lampung Barat melaporkan

Tinggalkan Komentar Anda

scroll to top